"PILKETOS" WUJUD NYATA DEMOKRASI DI LINGKUNGAN MADRASAH

Petarukan - Ada yang menarik dalam pelaksanaan pemilihan ketua OSIS MTs Negeri Petarukan, pasalnya pemilihan ketua OSIS ini begitu demokratis dan persis layaknya sebuah pemilihan umum kepala daerah  atau bahkan Presiden RI.  Pemilihan yang digelar pada hari Kamis 18 Januari 2018 ini dirancang khusus untuk memperkenalkan siswa tentang Pemilu dan iklim demokrasi.

Pemilihan dilaksanakan secara demokrasi dan terbuka. Dimulai dari tahap pendaftaran calon, seleksi, penetapan bakal calon, pengundian nomor urut dan penyampaian visi dan misi serta tahapan yang terakhir yaitu pemungutan suara. Pada tahap pendaftaran, terseleksi 10 calon yang memenuhi syarat-syarat pendaftaran yang nantinya akan mengikuti seleksi selanjutnya yang berupa tes tertulis, wawancara dan pidato. Dari hasil seleksi tersebut didapatkan 4 calon yang ditetapkan sebagai bakal calon ketua OSIS yang akan maju dalam proses pemungutan suara. Keempat bakal calon tersebut juga telah mengikuti proses pengundian nomor urut yaitu sebagai berikut:
  1. Yanuarifta Haning Palupi (Kelas 8A)
  2. M. Faiq Nabilul Fikri (8A)
  3. Tasya Dwi Listiasih (8B)
  4. Ahmad Zaki Maulana (8B)
 Tim seleksi Calon Ketua OSIS sedang melakukan wawancara

Sebelum jadwal pemilihan ketua OSIS, kandidat-kandidat ketua OSIS pada periode tahun 2018/2019 ini terdiri dari empat orang kandidat, melakukan kampanye dan orasi di depan ribuan siswa MTs Negeri Petarukan yang berkumpul di halaman upacara, dengan menyampaikan visi dan misi mereka terhadap kepengurusan OSIS ke depannya.Beragam visi misi disampaikan untuk menarik simpati pemilih, yang terdiri dari siswa-siswi MTs Negeri Petarukan.

Penyampaian Visi dan Misi Calon Ketua OSIS Periode 2018/2019
di depan seluruh siswa MTs Negeri Paterukan

Tiba di hari H pemilihan, benar-benar di konsep layaknya Pemilu dengan dua Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang terpisah karena memang faktor lokasi MTs Negeri Petarukan yang terbagi menjadi dua (Gedung selatan dan Gedung Utara). Kedua TPS tersebut dijaga ketat oleh panitia Pemilu yang terdiri dari pengurus OSIS tahun sebelumnya.

“Kami berdemokrasi menyampaikan apa visi dan misi kami, ketika itu saya semangat dan membuat berapa program yang dapat menunjukkan potensi dan bakat siswa-siswi MTs Negeri Petarukan. Saya sampaikan kegiatan ekskul sangat baik jika dikembangkan, siswa-siswi memiliki keterampilan masing-masing karena setiap manusia pasti memiliki bakat yang terpendam,” ujar  salah satu kandidat Calon Ketua OSIS.

Proses pemungutan suara Pemilihan Ketua OSIS MTs Negeri Petarukan
Periode 2018/2019 di ruang laboratorium IPA

TPS dilengkapi dengan bilik suara, surat suara yang berisi gambar, nomor urut dan nama calon serta tinta celup sebagai tanda telah memilih. Setelah semua siswa memberikan suara, kertas suara pun dihitung dan memenangkan calon dengan nomor urut 2 yaitu M. Faiq Nabilul Fikri sebagai ketua OSIS periode 2018/2019 dengan total suara 397. Sedangkan urutan kedua adalah Tasya Dwi Listiasih dengan total suara 272, serta urutan ketiga dan keempat berturut-turut ditempati oleh Ahmad Zaki Maulana dan Yanuarifta Haning Palupi dengan total 162 suara dan 72 suara.

Proses perhitungan suara Pilketos MTs Negeri Petarukan Periode 2018/2019

“Menurut saya model seperti ini bagus, karena negara kita juga setiap 5 tahun sekali mengadakan Pemilu. Saya yakin jika dibina sejak dini akan memberikan pembelajaran bagi kami para siswa untuk berde­mok­rasi,” ujar Sumiati, S.Pd selaku Koordinator Bidang Pembina OSIS dan Ekstrakurikuler non Akademik MTs Negeri Petarukan.

Sumiati, S.Pd juga mengungkapkan aktivitas pemilihan ketua osis yang digelar sebagaimana pemilu tersebut guna memberikan pemahaman dan pelajaran langsung kepada siswa tentang demokrasi.

“Di tahun yang akan datang mereka akan menjadi pemilih muda untuk pemilu-pemilu seperti kepala daerah maupun presiden. Untuk itu perlu dikenalkan bagaimana iklim demokrasi sejak dini pada mereka, agar dapat menggunakan hak suara dengan bijak nantinya,” ujarnya.

M. Faiq Nabilul Fikri, Ketua OSIS terpilih nantinya akan mengikuti pembekalan sebelum dilatik pada hari Senin, 29 Januari 2018. Ia pun berharap bisa mengemban tugas sebagai ketua OSIS sebaik-baik­nya di masa jabatannya. (ds)
"PILKETOS" WUJUD NYATA DEMOKRASI DI LINGKUNGAN MADRASAH "PILKETOS" WUJUD NYATA DEMOKRASI DI LINGKUNGAN MADRASAH Reviewed by Didik Setiawan on Januari 17, 2018 Rating: 5

Tidak ada komentar: